Giant Panda, Simbol Perdamaian Dunia yang Berbahaya

 


Di dalam lebatnya hutan lebat di pegunungan Tiongkok, Terdapat makhluk besar yang wajahnya sering muncul di poster, film dan bahkan menjadi logo organisasi dunia. Makhluk besar itu adalah giant panda, hewan yang bernama latin (Ailuropoda melanoleuca) , hewan yang memiki tubuh becorak hitam putih ini memiliki fakta yang mencengangkan bahwa hewan ini termasuk hewan yang cukup berbahaya bagi manusia 

1. Karakteristik yang luar biasa


Makhluk besar ini masuk ke dalam keluarga Ursidae (Beruang), tapi berbeda dengan sepupunya karena lebih dari 99% makanannya berupa bambu. Meskipun begitu, secara anatomi gigi dan sistem pencernaan, panda tetap membawa ciri khas karnivora, seperti gigi taring besar dan usus yang relatif pendek (Wei et al., Current Biology, 2011).

Selain itu juga hewan ini memiliki karakteristik yang unik, karena hewan ini memiliki " Pseudo-thumb" ya itu ibu jari palsu evolusi dari pergelangan tangan yang membantu mereka dalam menggengam bambu

2. Karnivora walaupun pemakan tumbuhan

  Walaupun dikenal sebagai pemakan bambu, panda masuk dalam ordo karnivora. Alasannya karena struktur tubuh hewan ini masih membawa struktur tubuh nenek moyangnya yang masih menyimpan fisik karnivora sejati, bahkan memiliki enzim pencerna protein, bukan selulosa seperti herbivora sejati

 Karena itu, meski perilakunya herbivora, genetika dan morfologi mereka masih membuktikan bahwa panda termasuk karnivora. Hal inilah yang membuat panda menjadi contoh unik bagaimana evolusi bisa mengubah pola makan drastis tanpa mengubah klasifikasi biologinya

3. Panda sebagai simbol dunia


  Hewan ini menjadi wajah dari organisasi internasional yaitu World Wide Fund for Nature (WWF) , hewan ini dipilih karena bentuknya yang khas, mudah dikenali, dan melambangkan spesies yang terancam punah. Sejak itu, panda menjadi ikon internasional perjuangan konservasi.

    Upaya konservasi Tiongkok bersama WWF berhasil menaikkan status panda dari Endangered” menjadi “Vulnerable” pada 2016 menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature). Namun, tantangan tetap ada: kerusakan habitat dan rendahnya tingkat kelahiran alami masih mengancam populasi mereka (Swaisgood et al., Conservation Biology, 2016).

4. Menggemaskan namun berbahaya


Nah sekarang kita sudah berada di pembahasan utamanya kenapa si hewan ini berbahaya, Banyak orang mengira panda jinak karena penampilan dan tingkah lucunya. Padahal, panda memiliki rahang yang sangat kuat untuk menghancurkan bambu, dengan kekuatan gigitan diperkirakan mencapai 2600 newton lebih kuat dari singa (Christiansen & Wroe, The Journal of Zoology, 2007).

Panda juga merupakan hewan soliter dan teritorial. Jika merasa terancam, panda bisa menyerang dengan cepat, memanjat pohon, atau berenang untuk melarikan diri. Beberapa laporan menunjukkan serangan panda terhadap manusia di penangkaran, meski bukan untuk memangsa melainkan mempertahankan diri.
Jadi, meski tampak imut, panda tetaplah beruang dengan insting liar yang berbahaya.


Komentar